Didiklah anak sesuai fitrah.
Fitrah apa?
Ada beberapa fitrah.
Diantaranya fitrah iman, fitrah belajar, fitrah bakat dan fitrah seksualitas.
Fitrah seksualitas?
Wow, , ,
Seperti apa itu?
***
Mendidik anak sesuai fitrah seksualitas artinya mengenalkan anak bagaimana bersikap, berpikir, dan merasa seperti gendernya.
Jika ia anak perempuan, maka kita bangkitkan fitrah seksualitasnya sbg perempuan.
Jika ia laki-laki, maka kita bangunkan fitrah seksualitasnya sebagai laki-laki.
Pertanyaan berikutnya yang muncul, bagaimana tekhnis membangkitkan fitrah seksualitas ini ?
Ada beberapa tahap yg perlu kita kawal di tiap fasenya.
***
Usia 0 - 2 tahun
Pada usia ini anak harus dekat dengan bundanya.
Pendidikan tauhid pertama adalah menyusui anak sampai 2 tahun.
Menyusui, bukan memberi asi.
Langsung disusui tanpa pumping.
***
Usia 3 - 6 tahun
Pada usia ini anak harus dekat dengan kedua orang tuanya.
Dekat dengan bundanya, juga dekat dengan ayahnya.
Perbanyak aktivitas bersama.
***
Usia 7 - 10 tahun
Pada usia ini dekatkan anak sesuai gendernya.
Jika anak laki-laki, maka dekatkan dengan ayahnya.
Ajaklah anak beraktifitas yg menonjolkan sisi ke-maskulin-annya. Seperti mencuci motor, cuci mobil, akrab dengan alat-alat pertukangan, agar ia bisa mulai mandiri.
Jika anak perempuan , maka dekatkan dengan bundanya.
Libatkan anak dalam aktifitas yg menonjolkan sisi kemaskuliannya seperti mengajak anak kedapur untuk memasak agar bersih-bersih rumah agar ia tahu bahwa seperti inilah pekerjaan seorang perempuan.
***
Usia 11 - 14 tahun
Usia ini sudah masuk tahap pre aqil baligh akhir dan pada usia ini mulailah switch/menukar kedekatan.
Lintas gender.
Jika anak laki-laki, maka dekatkan pada bundanya.
Jika anak perempuan, maka dekatkan pada ayahnya.
***
Ada sebuah riset yg menunjukkan jika seorang anak perempuan tidak dekat dengan ayahnya pada fase ini maka data menunjukkan anak tersebut 6x lebih rentan akan ditiduri oleh laki-laki lain.
Jika tidak dekat dengan ayahnya, maka anak perempuan akan mudah terpikat dengan laki-laki yg menawarkan perhatian dan cinta meski hanya untuk kepuasan dan mengambil keuntungan semata.
Logis juga sih.
Saat ada laki-laki yg memuji kecantikannya, mungkin ananda tidak mudah terpengaruh karena ada ayahnya yang lebih sering memujinya.
Kalau ada laki-laki yg memberikan hadiah, ananda tak akan gampang klepek-klepek karena ada ayahnya yang lebih dulu mencurahkan perhatian dan memberi hadiah.
Pada fase ini jika anak perempuan harus dekat dengan ayahnya, maka sebaliknya, anak laki-laki harus dekat dengan bundanya.
Efek yg sangat mungkin muncul jika tahap ini terlewat, maka anak laki-laki punya potensi lebih besar untuk jadi suami yang kasar, playboy, dan tidak memahami perempuan.
Ada yang tanya, lho kalau orang tuanya bercerai atau LDR bagaimana?
Hadirkan sosok lain sesuai gender yg dibutuhkan.
Misalnya saat ia tak punya ayah, maka cari laki-laki lain yanh bisa menjadi sosok ayah pengganti.
Bisa kakek, atau paman.
Sama dengan rasulullah.
Meskipun tak punya ayah dan ibu, tapi rasulullah tak pernah kehilangan sosok ayah dan ibu.
Ada kakek dan pamannya.
Ada nenek, bibi dan ibu susunya.
***
Fase berikutnya setelah 14 tahun bagaimana? Sudah tuntas. Karena jumhur ulama sepakat usia 15 thn adalah usia aqil baligh
Artinya anak kita sudah "bukan" anak kita lagi.
Ia telah menjelma menjadi orang lain yg sepadan dengan kita.
Maka fokus dan bersabarlah mendampingi anak-anak, karna kita hanya punya waktu 14 tahun saja.
Saling mengingatkan, saling menguatkan, saling mendoakan ya teman-teman.
Semoga allah memeberikan kita kekuatan dan bisa mempertanggungjawabkan amanah ini kelak di hari penghitungan nanti
Selamat berkumpul dan merajut cinta bersama keluarga.
Apapun keadaannya, jangan lupa bersyukur dan bahagia.
Jumat, 29 September 2017
Kamis, 21 September 2017
Anak Rantau
Assalamualaikum, Wr. Wb.
Wassalamualaikum, Wr. Wb.
Nama saya Riswan, umur saya 20 tahun masih muda, dan saya masih jomblo. Saya lahir di kolaka tepatnya di desa tolowe ponre waru. Jarak kampung saya dengan kampus itu sekitar 200 KM. Ya kalau naik mobil lumayan lama bikin kita bosan duduk. Dan jika teman-teman ingin berwisata datang aja di kampung saya disana ada namanya sungai tamborasi atau sungai terpendek di dunia, pantai pasir putih dan danau biru yang sangat indah.
Saya sekolah di SDN1 tolowe ponre waru kemudian melanjutkan pendidikan di madrasah tsanawiyah darul arqam muhammadiyah. Setelah selesai saya lanjut lagi di tempat yang sama namun sekolahnya berbeda yakni madrasah aliyah, dan Alhamdulillah lulus dan Saya melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi yang ada di sulawesi tenggara yakni Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari dengan mengambil program sarjana S1 di Fakultas Ushuluddin Adab Dan dakwah program studi Bimbingan Penyuluhan Islam. Saya mulai masuk pada tahun 2015, dan mengurus program beasiswa bidikmisi yaitu beasiswa prestasi yang di programkan oleh kampus. Saya tidak mendaftar sendiri tetapi saya memiliki dua teman dari kampung yang sama. Namun, mereka tidak lulus karena berkas mereka ada yang kurang dalam artian tidak memenuhi persyaratan sehingga mereka tidak lulus berkas, dan Alhamdulillah saya lulus seleksi dan pada akhirnya saya bergabung dengan teman-teman bidikmisi yang lulus seleksi. Hingga sekarang ini saya masih menjadi anggota bidikmisi.
Saya sekolah di SDN1 tolowe ponre waru kemudian melanjutkan pendidikan di madrasah tsanawiyah darul arqam muhammadiyah. Setelah selesai saya lanjut lagi di tempat yang sama namun sekolahnya berbeda yakni madrasah aliyah, dan Alhamdulillah lulus dan Saya melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi yang ada di sulawesi tenggara yakni Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari dengan mengambil program sarjana S1 di Fakultas Ushuluddin Adab Dan dakwah program studi Bimbingan Penyuluhan Islam. Saya mulai masuk pada tahun 2015, dan mengurus program beasiswa bidikmisi yaitu beasiswa prestasi yang di programkan oleh kampus. Saya tidak mendaftar sendiri tetapi saya memiliki dua teman dari kampung yang sama. Namun, mereka tidak lulus karena berkas mereka ada yang kurang dalam artian tidak memenuhi persyaratan sehingga mereka tidak lulus berkas, dan Alhamdulillah saya lulus seleksi dan pada akhirnya saya bergabung dengan teman-teman bidikmisi yang lulus seleksi. Hingga sekarang ini saya masih menjadi anggota bidikmisi.
Kemarin, tepat tanggal 21 September kami seluruh anak bidikmisi angkatan 2015 melakukan pembelajaran yakni Pelatihan Menulis Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang di bimbing langsung oleh bapak Fahmi. Dimana kami semua yang berada di dalam ruangan dilatih bagaimana agar menjadi orang yang PD karena modal utama untuk tampil di depan umum itu harus ada rasa percaya diri.
Hari kamis yang lalu, saya disuruh naik ceramah didepan teman-teman, namun ketika saya naik jantung mulai berdebar kencang ketika sudah berada di depan saya langsung ceramah, karena percaya diri saya kurang saya langsung keringat dingin dan yang ingin saya sampaikan jadi lupa.
Sekian๐๐๐......Hari kamis yang lalu, saya disuruh naik ceramah didepan teman-teman, namun ketika saya naik jantung mulai berdebar kencang ketika sudah berada di depan saya langsung ceramah, karena percaya diri saya kurang saya langsung keringat dingin dan yang ingin saya sampaikan jadi lupa.
Wassalamualaikum, Wr. Wb.
Langganan:
Komentar (Atom)
Awal Mula Suku Bugis
Nama saya Riswan, umur 20 tahun saya tinggal di desa Tolowe Ponre Waru Kabupaten Kolaka, Kecamatan Wolo, Sulawesi Tenggara. Dan disulawes...
-
Assalamualaikum Wr. Wb Saya riswan sekolah di SMA jurusan petenakan, pada waktu kelas 1 MA, disekolah saya itu ada rumah kosong kemudia...
-
“Assalamualaikum Wr. Wb, Haii apa kabar semua semoga sehat selalu yaaa dan jangan lupa bersyukur yaaa” Pada suatu hari saya kepingi...

