Sabtu, 07 Oktober 2017

Cerita Lucu Naik Eskalator


Assalamualaikum Wr. Wb
Saya riswan sekolah di SMA jurusan petenakan, pada waktu kelas 1 MA, disekolah saya itu ada rumah kosong kemudian kami beserta teman-teman sejurusan membuat kesepakatan untuk membuat usaha ayam pedaging (ayam potong). Jadi kami harus meminta izin dulu kepada kepala sekolah untuk mengelolah rumah tersebut, dan kami pun diizinkan. Keesokan harinya guru yang mengajar kami mengirim 100 ekor anak ayam pedaging. Dan kami pun memeliharanya sampai kurang lebih 1 bulan dan kebetulan hari itu adalah bulan ramadhan jadi ayak
kita laku habis di beli orang.
 Setelah naik kelas 2 MA kami harus keluar daerah untuk praktik biasa disebut dengan PPL karna kurangnya fasilitas yang ada di kampung. Kami memutuskan untuk pergi di kendari karena guru kami tinggalnya dikendari dan kebetulan pemilik peternakan tersebut adalah  teman mereka. Sebelum berangkat kami harus menyetor uan sebesar 250.000 rupiah itu sudah sampai di tempat tujuan. Kesokan harinya kami berangkat dengan barang yang lumayan banyak kami menyewa 2 kendaraan satunya untuk guru pembimbing dan satunya lagi untuk siswa. Untuk yang pertama kalinya saya merasakan naik mobil yang sangat jauh. Ditengah perjalanan kami singgah di tepi jalan untuk makan siang, sambil makan kami tdk lupa memotret moment-moment yang  sederhana ini namun terkenang di hati. Kemudian saya bertanya kepada pak guru “pak masih jauhka?” guru saya menjawab “masih jauh” kemudian saya terdiam dan membayangkan kira-kira sampai di sana jam berapa yaa?. Kemudian kami melanjutkan perjalanan sesampainya di sana kami di sambut dengan kakak-kakak senior yang kebetulan PPL di situ selama 1 bulan.
Nah, pada malam harinya itu kami sangat lelah, dan teman saya punya ide bagaimna kalau kita sewa angkot lalu pergi kemall (lippo plaza), dan kami pun sangat senang Karena untuk yng pertama kalinya saya menginjakkan kaki saya keMALL, kemudian kami berangkat sesampainya di depan MALL, saya tdk bisa berkata apa-apa ya begitulah maklum orang kampung baru liat mall secara nyata biasanya litany hanya di televisi. Kemudian kami masuk dan kami langsung naik di lantai 2 menggunakan tangga escalator (tangga berjalan) sudah liat aja bingung cara menginjakkak kaki gimana, namun saya memperhatikan orang-orang yang naik saya berkata “ooooo ternyata caranya begitu” kemudian saya mencoba pas saya meletakkan kaki di tangga itu saya langsung keringat dingin gemetar, pas kaki saya yang kiri naik saya hampir terjatuh kebelakang, kalau terjatuh malunya itu  sampai dunia akhirat karena semua orang pasti matanya tertuju kepada saya. Kemall itu saya memakai pakaian yang biasa di pakai dikampung memakai celana sekolah abu-abu dan baju kemeja biasa ya terlihat kampunga sihh, namun saya berpikir aneh-aneh. Sekian lama keliling saya mulai pandai naik turun escalator ngga seperi yang pertama pas mau naik hampir jatuh biasa orng kampung baru masuk mall hehehhehehe.
Sekian dulu ya cerita saya, yang saya ingat hanya itu.
Wassalamualaikum Wr. Wb.


1 komentar:

Awal Mula Suku Bugis

Nama saya Riswan, umur 20 tahun saya tinggal di desa Tolowe Ponre Waru Kabupaten Kolaka, Kecamatan Wolo, Sulawesi Tenggara. Dan disulawes...